detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Penos Budai  ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
  • KONTRA Ridwan Fauzi  ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%   72% 

Selengkapnya


Selasa, 09/05/2006 09:26 WIB

Apple Computer Kalahkan The Beatles
Dewi Widya Ningrum - detikinet


ilustrasi (diolah/ist.)

London - Cukup pelik memang jika ada dua perusahaan yang memakai nama merek yang sama. Kasus ini menimpa Apple Computer. Sebelumnya, Apple Computer diadukan oleh Apple Corps, pengelola manajemen bisnis kelompok musik legendaris The Beatles, dengan tuduhan melakukan pelanggaran kerjasama. Keduanya bersengketa pada penggunaan merek 'Apple'. Sekedar mengingatkan, pada 1991 silam, sebenarnya ada perjanjian antara kedua 'Apple' tersebut yang menegaskan bahwa Apple Computer hanya akan fokus pada bisnis komputer. Sedangkan urusan bisnis permusikan, adalah hak dari Apple Corps. Tapi ternyata Apple Computer juga melakukan bisnis musik, melalui layanan iTunes untuk para pemilik piranti iPod. Hal inilah yang kemudian dianggap oleh Apple Corps sebagai pelanggaran kesepakatan. Setelah kesekian kalinya kedua 'Apple' tersebut berhadapan di sebuah pengadilan, Apple Computer akhirnya bisa bernafas lega. Hakim menolak gugatan yang diajukan Apple Corps, meski pihak Apple Corps bersikeras bahwa perusahaan komputer Apple sudah melanggar perjanjian yang mereka sepakati sebelumnya. Kemenangan pun berpihak pada Apple Computer. Hakim memutuskan Apple Computer berhak memakai logo Apple pada layanan musik iTunes-nya. Hakim Edward Mann menilai, logo yang dipakai Apple Computer di iTunes tidak melanggar perjanjian. "Saya memutuskan bahwa penggunaan logo Apple tidak memiliki hubungan yang relevan dengan iTunes," kata Mann di pernyataan tertulisnya, seperti dikutip detikINET dari AP, Selasa (9/5/2006). "Saya rasa penggunaan logo Apple sangat adil dan beralasan untuk layanan itu. Mereka (Apple Computer-red) tidak melenceng lebih jauh," imbuhnya lagi. Konsumen Cukup Pintar Membedakan Untuk kasus perseteruan merek ini, Apple Computer memiliki pembelaan sendiri. Menurutnya, perjanjian pada 1991 tersebut secara jelas mengizinkan pihaknya untuk tetap menggunakan nama 'Apple', untuk menjual layanan transfer data secara online. Tentu saja, lagu-lagu di iTunes dianggapnya sebagai bagian dari data yang dimaksud dalam perjanjian tersebut. Pengacara Apple Computer beragumen, kliennya berbisnis secara legal. Konsumen, menurutnya, cukup pintar untuk bisa membedakan kedua logo 'Apple'. Logo Apple Corps sendiri berupa buah apel berwarna hijau yang berkilauan, sedangkan logo yang dipakai Apple Computer merupakan sebuah gambar kartun apel yang ada gigitannya. Sebagai tambahan, Apple Computer dibentuk pada tahun 1976. Di Amerika Serikat, bisnis layanan musik iTunes digelar sejak April 2003. ITunes hadir untuk melayani para pemilik iPod. Kini layanan iTunes sudah tersebar luas dan tersedia di Eropa, Australia, Jepang, dan Kanada. (dwn) Catatan Redaksi: Bagi pembaca yang ingin memberikan komentar berita, mohon dapat mengisi kolom nama (name) dengan isian yang benar. Mengisi kolom nama dengan sebuah kata/kalimat lain yang tak lazim untuk peruntukan sebuah nama orang, maka komentar tersebut tidak dapat kami tayangkan. Menggunakan nama samaran diperbolehkan. Penggunaan nama milik orang lain yang termasuk tokoh masyarakat (public figure) ataupun nama institusi tertentu, sama sekali tidak diperkenankan. ( dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel