detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Penos Budai  ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
  • KONTRA Ridwan Fauzi  ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%   72% 

Selengkapnya


Rabu, 05/07/2006 18:42 WIB

Tiga Penjual Software Bajakan Masuk Cipinang
Ni Ketut Susrini - detikinet


Ilustrasi (ist)

Jakarta - Tiga penjual software bajakan diciduk kepolisian melalui razia yang dilakukan di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta. Ketiganya kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. Ketiganya kini berstatus tersangka pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002. Proses persidangan tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka adalah Effendy alias Apeng, Beni Saputra dan Denny. Effendy dan Beni adalah pedagang software bajakan di Mal Ambasador, Jakarta Pusat. Sedangkan Denny adalah pedagang di Mal Ratu Plaza, Jakarta Selatan. Hari ini, Rabu (5/7/2006) seharusnya berlangsung persidangan ketiga bagi Effendy, yang sampai pada tahap pemeriksaan saksi. Namun karena alasan teknis, Effendy yang mendekam di Cipinang sejak bulan Maret, ditunda persidangannya sampai minggu depan. Persidangan akan menghadapkan tersangka dengan Business Software Alliance (BSA), organisasi nirlaba yang menaungi vendor-vendor software dunia. Benhard P. Sibarani, pengacara BSA menilai, penegakan hukum bagi pelaku pembajakan di Indonesia kini menunjukkan peningkatan. "Sekarang sudah mulai ada persidangan bagi pelaku pembajakan. Sekarang pelaku pembajakan langsung masuk Cipinang, kalau dulu, orang yang kena razia hanya dikenakan tahanan luar," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta. Faouk Cader, perwakilan BSA di Indonesia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan atas tindak pembajakan, meski diakui tantangannya makin sulit. "Sekarang ini pembuat software bajakan yang lebih sulit ditangani adalah pembajak yang menggunakan burner, yang jumlahnya bertambah banyak," kata Farouk. "Mereka pakai 10 burner dan 1 master. Itu bisa bikin banyak bajakan. Mereka ini mobile dan dalam rumah-rumah, jadi lebih sulit ditangani," paparnya. (nks) ( wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel