detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Penos Budai  ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
  • KONTRA Ridwan Fauzi  ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%   72% 

Selengkapnya


Sabtu, 31/01/2009 09:41 WIB

Axis Operasikan BTS Bertenaga Hidrogen
Ardhi Suryadhi - detikinet


Hidrogen yang digunakan (axis)

Jakarta - Axis mengoperasikan Base Transceiver Station (BTS) bertenaga hidrogen di Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara. BTS ramah lingkungan ini menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar yang akan menyediakan tenaga cadangan apabila pasokan listrik PLN mengalami gangguan.

BTS bertenaga hidrogen ini diklaim mengunakan teknologi mutakhir dimana gas hidrogen dikonversikan langsung dalam suatu reaksi elektrokimia menjadi tenaga listrik. Sisa pembuangan dari proses ini adalah air murni, yang sama sekali tidak membahayakan lingkungan.

Sel bahan bakar yang digunakan BTS ini adalah Premion T3000 yang diproduksi oleh P-21 di Jerman. P-21 adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang memproduksi sel bahan bakar yang dapat diaplikasikan pada industri telekomunikasi. Sel bahan bakar ini menggunakan gas hidrogen untuk komersial yang dikirimkan ke lokasi BTS dalam bentuk silinder serta dapat memproduksi 3kW tenaga pada 48 V DC saat mesin bekerja.

Sementara Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi pertama pemanfaatan sel bahan bakar ini karena telah dilakukan beberapa percobaan baik untuk teknologi sel bahan bakar dan pasokan bahan bakar gas hidrogen. Lokasi ini secara khusus dipilih oleh Axis di Sumatera dari beberapa lokasi menara Axis yang paling sering mengalami kekurangan pasokan listrik PLN.

Umumnya, generator bertenaga diesel akan difungsikan apabila pasokan listrik PLN terganggu, namun pada BTS hidrogen, sel bahan bakar dapat digunakan sebagai pasokan tenaga cadangan.

Muslim Khan, Chief of Technology Officer Axis mengatakan, terobosan ini dapat memungkinkan kami untuk membangun jaringan di area-area yang saat ini belum dapat kami layani. "Kami juga senang bisa menggunakan alternatif energi yang tergantikan dengan biaya yang efektif serta aman bagi lingkungan dibandingkan dengan pembangunan jaringan telekomunikasi dengan metode tradisional," imbuhnya dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, Axis juga telah mengoperasikan BTS bertenaga surya di Minas Barat. Dua menara telekomunikasi yang juga ramah lingkungan ini merupakan bagian dari inisiatif 'Hijau' yang dilakukan Axis untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan di operasional perusahaan sehari-hari.

 

( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel