Berita Terbaru
-
Rabu, 22/02/2012 19:26 WIB
3 Perusahaan CP Masuk Daftar Hitam -
Rabu, 22/02/2012 17:52 WIB
'Jam Sibuk' Jaringan Axis -
Rabu, 22/02/2012 16:43 WIB
BTel Tutup Mulut Soal Kabar Mundur Wadirut -
Rabu, 22/02/2012 16:23 WIB
Mengintip Pusat Pemantau Jaringan Axis -
Rabu, 22/02/2012 15:57 WIB
Erik Meijer: Wong Londo yang Diperebutkan Industri Telko -
Rabu, 22/02/2012 14:14 WIB
Erik Meijer Hijrah ke Axis?
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Rabu, 22/02/2012 14:55 WIB
Erik Meijer Tinggalkan Bakrie Telecom?
Posted : radydjencolePro Kontra
- PRO Penos Budai ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
- KONTRA Ridwan Fauzi ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%
72%
Selengkapnya
Pakai Angin, BTS Hemat 70 Persen Biaya
Andrian Fauzi - detikinet
BTS dengan Turbin Angin (afz/inet)

Memanfaatkan angin yang berlimpah di Indonesia, PT Quasar Mandiri ciptakan turbin angin sebagai alat untuk mensuplai listrik. Alat ini pun cocok bagi BTS yang membutuhkan listrik untuk beroperasi.
"Kita sebut ini green technology. Ini cocok bagi opertor yang memiliki BTS yang membutuhkan pasokan listrik namun murah biaya operasionalnya," papar Yana S Rahardja, Managing Director PT Quasar Mandiri, kepada detikINET.
Yana, panggilan akrabnya, bahkan mengklaim dengan menggunakan produk miliknya operator telekomunikasi bisa menghemat sampai sampai 70 persen biaya operasional jika dibandingkan menggunakan jenset.
"Jika dihitung kita lebih murah 70 persen biaya operasionalnya ketimbang menggunakan genset. Investasi awal saja yang lebih mahal, operasional dan maintenance lebih murah. Angin kan gratis. Imbasnya, operator bisa menekan biaya operasional dan mengalokasikan buat yang lain," terangnya.
Harga turbin angin ini sendiri di luar baterai berkisar antara Rp 12-20 juta untuk 100 watt. Sedangkan untuk 1 BTS, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 50-100 juta tergantung kapasitas baterai.
Walau demikian Yana sadar tidak semua BTS bisa memakai teknologi ini. Namun dirinya percaya, 5-10 persen total BTS yang dimiliki oleh semua operator akan memanfaatkan teknologi miliknya.
"Kita melihat peluang cukup besar. Kesadaran untuk go green makin tinggi. Dan saat ini BTS mulai disuruh ke pinggiran kota. Sekitar 5-10 BTS berada di dekat laut dan gunung. Ini kawasan yang banyak anginnya," pungkasnya.
( afz / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Rabu, 22/02/2012 13:01
Erik Meijer Tinggalkan Bakrie Telecom? - Rabu, 22/02/2012 15:57
Erik Meijer: Wong Londo yang Diperebutkan Industri Telko - Rabu, 22/02/2012 12:56
iPad 3 Lebih Tebal dari iPad 2? - Rabu, 22/02/2012 14:14
Erik Meijer Hijrah ke Axis? - Kamis, 16/02/2012 10:13
Dahlan Iskan Rombak Direksi Telkom & Telkomsel April 2012
Komentar Terpopuler
- Selasa, 21/02/2012 15:30 WIB
RIM: Buat Apa Bangun Server BlackBerry di Indonesia? - Kamis, 16/02/2012 17:41 WIB
Membuat iPhone Jadi Gadget Tahan Banting - Kamis, 16/02/2012 14:47 WIB
iPhone 4S Laris, Indonesia Bisa 'Naik Kelas' di Mata Apple - Selasa, 21/02/2012 17:55 WIB
RIM: BlackBerry Masih Nomor 1 di Indonesia - Kamis, 16/02/2012 07:48 WIB
iPhone 4S Laris di Indonesia
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- MPR: Jangan Anggap Enteng 2.000 Transaksi Mencurigakan Anggota DPR!
- 7 Pasangan Mesum Terjaring Razia Gabungan TNI-Polri di Depok








Sending your message


---125x125.gif)
