detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Penos Budai  ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
  • KONTRA Ridwan Fauzi  ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%   72% 

Selengkapnya


Sabtu, 09/01/2010 08:45 WIB

Pakai Angin, BTS Hemat 70 Persen Biaya
Andrian Fauzi - detikinet


BTS dengan Turbin Angin (afz/inet)

Jakarta - Angin boleh dikatakan jadi sumber daya yang berlimpah di Indonesia. Menara telekomunikasi (Base Transceiver Station/BTS) yang memanfaatkan angin pun bisa menghemat biaya hingga 70 persen.

Memanfaatkan angin yang berlimpah di Indonesia, PT Quasar Mandiri ciptakan turbin angin sebagai alat untuk mensuplai listrik. Alat ini pun cocok bagi BTS yang membutuhkan listrik untuk beroperasi.

"Kita sebut ini green technology. Ini cocok bagi opertor yang memiliki BTS yang membutuhkan pasokan listrik namun murah biaya operasionalnya," papar Yana S Rahardja, Managing Director PT Quasar Mandiri, kepada detikINET.

Yana, panggilan akrabnya, bahkan mengklaim dengan menggunakan produk miliknya operator telekomunikasi bisa menghemat sampai sampai 70 persen biaya operasional jika dibandingkan menggunakan jenset.

"Jika dihitung kita lebih murah 70 persen biaya operasionalnya ketimbang menggunakan genset. Investasi awal saja yang lebih mahal, operasional dan maintenance lebih murah. Angin kan gratis. Imbasnya, operator bisa menekan biaya operasional dan mengalokasikan buat yang lain," terangnya.

Harga turbin angin ini sendiri di luar baterai berkisar antara Rp 12-20 juta untuk 100 watt. Sedangkan untuk 1 BTS, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 50-100 juta tergantung kapasitas baterai.

Walau demikian Yana sadar tidak semua BTS bisa memakai teknologi ini. Namun dirinya percaya, 5-10 persen total BTS yang dimiliki oleh semua operator akan memanfaatkan teknologi miliknya.

"Kita melihat peluang cukup besar. Kesadaran untuk go green makin tinggi. Dan saat ini BTS mulai disuruh ke pinggiran kota. Sekitar 5-10 BTS berada di dekat laut dan gunung. Ini kawasan yang banyak anginnya," pungkasnya.

( afz / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel