detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Penos Budai  ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
  • KONTRA Ridwan Fauzi  ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%   72% 

Selengkapnya


Senin, 27/09/2010 09:13 WIB

Lintasarta Bangun Internet di 428 Kecamatan
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta - PT Aplikanusa Lintasarta menyediakan pusat layanan internet publik di 428 titik kecamatan yang tersebar di area Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Akses ini tersedia 1,5 bulan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan semula.

Pada tender Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) awal tahun 2010 ini, Lintasarta memenangkan tiga paket untuk pembangunan akses internet publik di 1515 titik. Paket tersebut adalah paket 7 (Bali, NTB, dan NTT), paket 8 (Kalimantan), paket 9 (Maluku dan Papua).

"Paket 7 telah diselesaikan tanggal 31 Agustus 2010, lebih cepat 60 hari dari target waktu 15 Oktober 2010. Sementara, dua paket lainnya kami harapkan selesai November mendatang," kata Direktur Utama Lintasarta, Samsriyono Nugroho dalam keterangannya, Senin (27/9/2010).

Menurut dia, pembangunan PLIK di paket 7 bisa rampung lebih cepat tak lain karena bekal pengalaman dari anak usaha Indosat ini dalam mengerjakan sejumlah proyek telekomunikasi di medan yang sulit

"Padahal saat pekerjaan berlangsung, kondisi cuaca tidak mendukung. Di sisi lain, masih banyak ibukota kecamatan di Nusa Tenggara yang belum teraliri listrik," ungkapnya.

Pembangungan PLIK di 1.515 titik ini merupakan pembangunan fase pertama, dan masih belum bisa beroperasi. Sebab menurut Samsriyono, ketersediaan akses lewat VSAT ini masih harus diikuti dengan penyediaan port internet dan penyediaan sistem informasi manajamen dan monitoring layanan internet kecamatan (SIMMLIK).

"Port internet dan sistem informasi manajemen tendernya terpisah, kami masih menunggu tender itu," kata Samsriyono kemudian.

Untuk sistem informasi manajemen dan monitoring layanan, Lintasarta telah mengembangkan satu sistem integratif dan telah diaplikasikan untuk mendukung berbagai layanan.  Melalui sistem ini, kata Samsriyono, bisa dimonitor aktivitas di seluruh titik secara real time.

Ia memberikan contoh, sistem monitoring yang diterapkan BRI untuk seluruh cabang, atau jaringan internet pendidikan di Kementrian Pendidikan Nasional, merupakan hasil yang dikerjakan oleh Lintasarta.

( rou / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel