detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Penos Budai  ″sangat pantas untuk yg banyak uang, harga \'mahal\' mengandung arti: \"iphone utk kelas premium\" tdk perlu dipertanyakan fiturnya, tetapi.. ″
  • KONTRA Ridwan Fauzi  ″Buat gue dengan harga 7jtan terlalu mahal, mending galaxy note dong 6jtan tp lebih banyak kelebihannya daripada iphone 4s, secara galaxy note HH gue... ″
28%   72% 

Selengkapnya


Selasa, 18/10/2011 07:06 WIB

Menkominfo Janjikan Unreg Massal SMS Premium
Wicak Hidayat - detikinet


ilustrasi (flickr/cc/moriza)

Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan bahwa mulai malam ini, Selasa (18/10/2011) pukul 00.00 WIB, semua bentuk layanan SMS Premium akan di-Unreg secara otomatis oleh seluruh operator telepon seluler.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (18/10/2011), Tifatul mengatakan Unreg Massal ini sesuai surat edaran BRTI no 177/BRTI/X/2011 yang ditandatangani oleh Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Drs. Syukri Batubara.

"Praktik sedot pulsa ini sudah meresahkan masyarakat, tanpa sadar para pengguna HP dipotong pulsanya. Ini tidak fair, harus segera dihentikan", tegas Tifatul.

Dalam keterangannya, Menkominfo mencontohkan salah satu modus pencurian pulsa yang dilakukan Content Provider. Pulsa prabayar yang baru dibeli Rp 50.000, setelah dicek ternyata isinya hanya Rp 36.000, alias sudah terpotong Rp 14.000. Ternyata, potongan itu dari paket konten yang ada di dalam SIM card. Padahal pelanggan tidak pernah memintanya.

Menurut Tifatul, banyak juga cara-cara tidak fair lain yang dilakukan untuk memotong pulsa pengguna. "Jadi kebijakan ini diambil adalah untuk menyetop praktek sedot pulsa ilegal, kita tidak bisa biarkan, ini sama dengan pencurian uang masyarakat secara besar-besaran", ujar Tifatul.

Selain Unreg Massal, BRTI juga meminta seluruh operator untuk menghentikan semua penawaran SMS broadcast/pop-screen/voice broadcast sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Tiftaul yakin kebijakan ini tak akan mematikan industri Content Provider. "Tidak sama sekali, karena begitu di-Unreg Massal, maka semua CP dan operator dipersilakan langsung menawarkan Reg kembali. Bagi yang berminat silakan daftar, tentunya dengan kesadaran. Sehingga tidak ada yang merasa tertipu," ia menuturkan.

BRTI juga mewajibkan seluruh operator merekapitulasi data pulsa pengguna yang telah terpotong, wajib melakukan pengembalian pulsa yang dipotong secara ilegal kepada pengguna, dan melaporkan kepada BRTI pada Rabu (19/10/2011).


( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel