http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

 
 

Review Produk

RealPad Bunaken, Tablet Android Quad Core Versi Lokal

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 12/03/2012 15:22 WIB
RealPad Bunaken, Tablet Android Quad Core Versi Lokal RealPad Bunaken (sha/inet)
Jakarta - Sebuah merek lokal coba menggebrak pasar komputer tablet Android. PT Berca Cakra Teknologi memperkenalkan tablet Relion RealPad Bunaken. Ditilik dari spesifikasinya memang lumayan dahsyat. Seperti prosesor quad core dan sistem operasi Android 4.0 atau yang biasa disebut Ice Cream Sandwich.

Ya, spesifikasi tablet PC semacam itu belum banyak dijumpai saat ini, bahkan di produk besutan vendor global sekalipun. Apakah memang kemampuannya juga segahar spesifikasinya di atas kertas?

RealPad Bunaken memiliki ukuran layar 10 inch. Bodinya cukup solid dengan balutan metal sehingga menimbulkan kesan kokoh. Beratnya mencapai 560 gram dan ketebalan 8,4 mm. Cukup nyaman digenggam meski bodinya licin. Jadi pengguna harus berhati-hati agar tablet tidak meleset dan jatuh.



Bagian layarnya sendiri sudah menggunakan pelindung anti gores Gorilla Glass. Sebuah nilai plus yang cukup signifikan sehingga pengguna cukup tenang selama memakainya, paling tidak dapat bertahan dari goresan goresan ringan.

Cukup banyak tombol dan port di sekeliling bodi RealPad Bunaken. Tombol standar seperti volume, tombol on off, konektor pengisi daya serta headphone jack tampak hadir. Terdapat juga port microSD dan SIM card.



Tampilan Layar

Layar 10 inch yang diusung RealPad Bunaken mengusung resolusi 1280 x 800. Cukup jernih dilihat. Namun ada kesan pucat di warna-warnanya alias kurang cemerlang.

Tablet ini sudah memakai sistem operasi Android terbaru dari Google, Ice Cream Sandwich. User interfacenya pun kelihatan berbeda dengan sistem operasi Android sebelumnya. Ice Cream Sandiwch atau Android 4.0 ini adalah perpaduan antara Android Gingerbread dan Android Honeycomb.

Yang paling kentara, tidak ada lagi tombol navigasi fisik di tablet Android 4.0. Semua operasional tablet kini dilakukan melalui layar sentuh yang terdiri dari tombol virtual Back, Home, dan Recent Apps.

Multitasking dapat dilakukan dengan mudah via tombol Recent Apps. Cukup menekan tombol virtual ini, maka ditampilkan semua aplikasi yang sedang dijalankan dan dapat langsung diakses kembali atau dimatikan.



Performa lumayan

RealPad Bunaken kelihatan perkasa dengan prosesor quad core nVidia 1,5GHz dan RAM 1GB. Namun performanya tampak kurang segahar spesifikasinya. Kadang-kadang masih ada sedikit gejala lag dalam pengoperasian layar sentuh tablet ini.

Ada juga beberapa keanehan di RealPad Bunaken. Misalnya fungsi accelerometernya. Ketika tablet dibalik dari posisi vertikal ke horizontal, prosesnya cukup lama dan layarnya mati terlebih dahulu. Baru kemudian layar berubah posisi.

Tablet ini dilengkapi kamera dengan resolusi lumayan besar. Yaitu 8 megapixel di bagian belakang dan 2 megapixel untuk bagian depan. Hasilnya cukup baik meski detail obyek kadang kurang terlihat. Sudah ada pula lampu flash untuk membantu penerangan.



Yang cukup jadi masalah, perpindahan dari fitur kamera ke perekam video butuh waktu cukup lama. Perlu beberapa detik sebelum kamera bisa difungsikan sebagai video ataupun sebaliknya. Sebuah kelemahan kecil yang cukup mengganggu.

Baterai RealPad Bunaken dikatakan dapat bertahan selama 8 jam untuk memutar video. Tablet ini juga sudah dilengkapi dengan slot SIM Card sehingga bisa terkoneksi dengan jaringan selular di samping melalui Wi Fi.

Kesimpulan



Tablet seperti RealPad Bunaken memang masih langka di pasaran. Berbekal prosesor quad core serta sistem operasi Android 4.0, tablet ini punya nilai lebih tersendiri. Namun beberapa kelemahan masih cukup mengganjal meski tidak sampai di taraf sangat mengganggu. Direncanakan beredar pada pertengahan Maret ini, RealPad Bunaken dibanderol dengan harga lumayan mahal untuk sebuah tablet lokal, yaitu Rp 4,7 juta.

Kelebihan:
- Spesifikasi tinggi
- Bodi kokoh

Kekurangan:
- Kamera tidak maksimal
- Harga lumayan mahal


(fyk/ash)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close