http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

CP: SMS Iklan Oke Diperketat, Asal Jangan Terlalu Sesak

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 29/03/2012 14:41 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2012/03/29/328/143749_ponsel_smspremium.jpg Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Penggiat Content Provider (CP) secara umum setuju jika regulator telekomunikasi lebih tegas mengatur layanan pesan premium. Dimana salah satunya melarang mutlak SMS spam namun masih membuka peluang bagi SMS advertising.

Hanya saja, menurut Ketua Indonesia Mobile & Online Content Provider Association (IMOCA) A. Haryawirasma, aturan SMS iklan yang masih digodok Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) diharapkan jangan 'terlalu sesak' pembatasannya.

"Sederhana saja, berikan mereka (pengguna-red.) kesempatan untuk memilih. Mau atau tidak menerima SMS yang bernada penawaran produk atau layanan. Tapi pada awalnya, biarkan disetting on, namun ada opsi memilih bagi pengguna," tukas pria yang biasa disapa Rasmo ini kepada detikINET, Kamis (29/3/2012).

Sebab lanjutnya, jika opsi default sudah disetting dalam keadaan 'off' maka diyakini akan banyak pengguna ponsel yang enggan mengaktifkannya.

"Pasti cuma sedikit yang mau. Di sisi lain, pengiklan (di ponsel) maunya yang banyak massanya. Jadi regulator jangan mematikan industri ini juga," imbuh Rasmo.

"Namanya juga iklan, seperti advertising di TV. Kalau mereka tidak mau melihatnya ya tinggal diganti chanelnya. Namun yang penting di awal mereka (pengguna-red.) diberi kesempatan memilih," tandasnya.

SMS advertising sejatinya telah dijalankan sejak jauh-jauh hari, sebelum ramai-ramai pencurian pulsa mengemuka. Contoh sederhananya adalah ketika seseorang masuk ke sebuah mal/pusat perbelanjaan. Untuk model ini, SMS iklan biasanya akan mengirimkan pesan singkat ke ponsel pengguna untuk menawarkan program promosi dari suatu produk tertentu.Next

Halaman 1 2
(ash/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Permen Situs Negatif, Menurut Anda?

Pro kontra Permen Kominfo no 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif terus mengemuka. Lantas bagaimana dengan Anda terkait kehadiran Permen yang mengatur tata cara pelaporan situs yang masuk daftar hitam sensor Trust+ Positif ini?
Pro
31%
Kontra
69%


Must Read close