http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Kolom Telematika

Social Commerce, Penggerak e-Commerce Indonesia

Penulis: Meisia Chandra - detikinet
Selasa, 03/04/2012 14:01 WIB
Halaman 1 dari 4
http://us.images.detik.com/content/2012/04/03/398/sale_discount460.jpg Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Ada dua masalah utama yang menghambat perkembangan e-commerce di Indonesia. Pertama, masalah pembayaran (online). Kedua, soal pengiriman. Sejak awal masa booming pertama e-commerce di Indonesia (sekitar tahun 2000) hingga kini, sepertinya kedua masalah itu belum sepenuhnya teratasi.

Hingga saat ini e-commerce yang berjalan di Indonesia adalah yang saya sebut bukan e-commerce murni atau e-commerce ala Indonesia, yaitu dimana masih terdapat banyaknya proses offline, seperti menelepon ke penjual, transfer via ATM, email/fax bukti transfer.

Banyak pakar maupun praktisi e-commerce Indonesia sudah lama menyuarakan kedua kendala tersebut dan mengharapkan campur tangan pemerintah untuk mendukung infrastruktur agar e-commerce dapat berkembang dengan sehat. Misalnya jaminan kepada konsumen dari sisi keamanan bertransaksi online serta regulasi lainnya.

Belakangan ini bank besar sudah turut berperan dalam mengatasi kendala pembayaran online dengan mulai memainkan peran dalam pembayaran e-commerce. Dengan adanya kemudahan pembayaran dari bank besar itu setidaknya ada tingkat kepercayaan yang tinggi dari konsumen serta kemudahan karena bertansaksi sama seperti transfer lewat internet.

Selain itu juga mulai bermunculan pemain payment gateway yang menawarkan solusi pembayaran online dengan kartu kredit maupun debit. Hal ini tentu saja adalah berita baik bagi dunia e-commerce di Indonesia.

Namun jasa pembayaran online seperti di atas tidaklah gratis. Beberapa situs membebankan biaya transaksi bank itu kepada konsumen. Hal ini menambahkan biaya kepada konsumen yang juga harus menanggung biaya pengiriman.

Ini membawa kita pada kendala kedua e-commerce di Indonesia yaitu pengiriman. Karena bentuk geografis Indonesia yang negara kepulauan, biaya pengiriman khususnya di luar pulau Jawa, tidak murah. Saya ambil contoh tarif JNE dari Jakarta ke Makassar untuk 1 kg sebesar Rp 28.000.Next

Halaman 1 2 3 4
(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Rudiantara Cocok Jadi Menkominfo?

Dengan latar belakanganya sebagai seorang profesional di industri telekomunikasi, Rudiantara dianggap pas menempati kursi menkominfo. Lantas, bagaimana dengan Anda, apa berpendapat sama?
Pro
75%
Kontra
25%


Must Read close