http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

BlackBerry Davis Masuk Indonesia, Gemini Turun Harga

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 24/04/2012 19:13 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/24/317/184102_bb9220325.jpg BlackBerry Curve 9220 Davis (Ist.)
Jakarta - Research in Motion (RIM) baru saja merilis ponsel BlackBerry versi harga ekonomis. Dengan hadirnya Curve 9220 alias Davis, maka seri ekonomis lainnya seperti BlackBerry Gemini, dipastikan turun harga.

Demikian diungkap Erajaya, salah satu distributor resmi BlackBerry di Indonesia. Dengan mulai dipasarkannya BlackBerry Davis seharga Rp 2 juta, mau tak mau pihaknya menurunkan harga varian Gemini.

"Gemini turun Rp 300 ribu, dari Rp 1,899 juta ke Rp 1,599 juta karena datang dua ponsel BlackBerry baru, Davis yang akan mulai dijual besok dan Armstrong yang dirilis tak lama lagi," kata Djatmiko Wardoyo, Director Marketing and Communication PT Erajaya Swasembada Tbk, di sela peluncuran BlackBerry Curve 9220 di X2 Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Jika Davis dipasarkan Rp 2 juta, BlackBerry Armstrong atau seri Curve 9320 akan dijual dengan kisaran harga Rp 2,4 juta - Rp 2,6 juta. "Barangnya sudah datang, tapi belum resmi diluncurkan oleh RIM," kata Koko, panggilan akrab Djatmiko.

Dalam catatan pembukuan Erajaya, BlackBerry termasuk satu dari tiga brand besar yang paling laris penjualannya, bersaing ketat dengan Nokia dan Samsung.

"Dari revenue Rp 6,8995 triliun sepanjang 2011 lalu dengan penjualan ponsel 6,648 juta unit, 20% lebih dari penjualan BlackBerry," pungkasnya.


(rou/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Tifatul Sembiring Sukses Kawal Kominfo?

Tifatul Sembiring resmi mundur dari kursi menteri komunikasi dan Informatika (menkominfo). Nah, setelah lima tahun menjabat, apakah Tifatul terbilang sukses mengemban amanah, mengawal dan memajukan TIK Indonesia?
Pro
61%
Kontra
39%


Must Read close